Abah Imam Alfaatih Pesannya “Ojo Rumongso Biso Nanging Biso O Rumongso”

Ali Humas 09 July 2024 (11:19)
IMG-20240709-WA0007

SURABAYA,
Persaudaraan tanpa pandang jabatan atau Seduluran Tanpa Memandang Jabatan (STMJ) yang selalu digaungkan oleh Abah Imam Alfa’atih pencinta seni sejak kecil jaman ngamen dan menjajakan asongannya di terminal Tuban Jawa Timur, benar – benar sangat menginspirasi kaum milenial.

Puluhan karya lagu tercipta olehnya seperti lagu Polisi Presisi, Kawah Ijen, Salam STMJ, Ojo Rumongso Biso, Rindu Tanah Suci, Rencana Terbaik Tuhan, Perbedaan Itu Ada, dan banyak karya cipta lainnya yang terangkum di canal YouTube SALAM STMJ Seduluran Tanpa Memandang Jabatan.
Bahkan karya lagu ciptaanya sebagian dibeli para penyanyi penyanyi dan label musik di Jawa Timur.

Sosok Abah Imam Alfaatih yang terlihat serius, dibalik itu semua karakter aslinya sangatlah ramah dan familiar pada setiap orang, suka bercanda.
Tak heran bila Abah Imam memiliki banyak teman dan disegani karena sikap santunnya, pria yang sangat mencintai dunia entertainment ini sering mengingatkan sesama dengan kalimat jangan merasa bisa tetap rendah hati, Karena lahir dan mati memerlukan tangan orang lain.

Demikian pula disaat mengundang pelaku seni dari luar kota disebuah rumah makan kota Bondowoso, Abah Imam selalu memikirkan apa mereka sudah makan, karena itulah prinsipnya jangan sampai kecewa jauh-jauh dari luar kota. Karena orang kecewa akan berbahaya kelak dikemudian hari.
Inilah bentuk perhatian Abah Imam menjamu para pegiat seni dari kota Jombang dan Banyuwangi. Selasa (09/07/2024).

“Saya mencintai seni terutama musik dangdut sejak kecil, jaman ngamen naik turun bus diterminal satu ke terminal lainnya, dangdut koplo sudah mendarah daging bagi saya. Saya juga memberi apresiasi dengan kemajuan musik dangdut saat ini yang sangat luar biasa”,tutup pria asli Tuban ini.

(Bagus)

Related Posts

Mempererat Hubungan dengan Masyarakat. Satgas Yonif 509 Kostrad Berbagi Secara Door to Door

Intan Jaya, Papua – Satgas Yonif 509 Kostrad terus menunjukkan…

Abah Imam Alfaatih Pesannya “Ojo Rumongso Biso Nanging Biso O Rumongso”

SURABAYA, Persaudaraan tanpa pandang jabatan atau Seduluran Tanpa Memandang Jabatan…

Epep Kendang New Kendedes, Buka Usaha Sampingan Baru

KEDIRI – Sedikit mengenal musisi kendang cantiknya Indonesia yang tergabung…

BCT di Sumberwuluh Siap Menangkan Cak Thoriq Sebagai Bupati Lumajang

LUMAJANG: Calon bupati Incumbent Thoriqul Haq (Cak Thoriq) sosialisasi bersama…

Warga Hentikan Ambulance Klinik Satuan Yonkes 2/ Yudha Bhakti Husada Yang Sedang Melintas

Batu – Ambulance Klinik satuan Yonkes 2/ Yudha Bhakti Husada…

Hasil Survei Litbang Kompas : TNI – Polri Jadi Dua Lembaga Negara Yang Memiliki Citra Positif Teratas

JAKARTA – Kembali Litbang Kompas melakukan survei terkait citra lembaga…

SURABAYA,
Persaudaraan tanpa pandang jabatan atau Seduluran Tanpa Memandang Jabatan (STMJ) yang selalu digaungkan oleh Abah Imam Alfa’atih pencinta seni sejak kecil jaman ngamen dan menjajakan asongannya di terminal Tuban Jawa Timur, benar – benar sangat menginspirasi kaum milenial.

Puluhan karya lagu tercipta olehnya seperti lagu Polisi Presisi, Kawah Ijen, Salam STMJ, Ojo Rumongso Biso, Rindu Tanah Suci, Rencana Terbaik Tuhan, Perbedaan Itu Ada, dan banyak karya cipta lainnya yang terangkum di canal YouTube SALAM STMJ Seduluran Tanpa Memandang Jabatan.
Bahkan karya lagu ciptaanya sebagian dibeli para penyanyi penyanyi dan label musik di Jawa Timur.

Sosok Abah Imam Alfaatih yang terlihat serius, dibalik itu semua karakter aslinya sangatlah ramah dan familiar pada setiap orang, suka bercanda.
Tak heran bila Abah Imam memiliki banyak teman dan disegani karena sikap santunnya, pria yang sangat mencintai dunia entertainment ini sering mengingatkan sesama dengan kalimat jangan merasa bisa tetap rendah hati, Karena lahir dan mati memerlukan tangan orang lain.

Demikian pula disaat mengundang pelaku seni dari luar kota disebuah rumah makan kota Bondowoso, Abah Imam selalu memikirkan apa mereka sudah makan, karena itulah prinsipnya jangan sampai kecewa jauh-jauh dari luar kota. Karena orang kecewa akan berbahaya kelak dikemudian hari.
Inilah bentuk perhatian Abah Imam menjamu para pegiat seni dari kota Jombang dan Banyuwangi. Selasa (09/07/2024).

“Saya mencintai seni terutama musik dangdut sejak kecil, jaman ngamen naik turun bus diterminal satu ke terminal lainnya, dangdut koplo sudah mendarah daging bagi saya. Saya juga memberi apresiasi dengan kemajuan musik dangdut saat ini yang sangat luar biasa”,tutup pria asli Tuban ini.

(Bagus)

call center

HANKAM

WhatsApp Image 2023-01-14 at 11.58.14-min