Sinergitas Tiga Pilar Bersihkan Material Longsor di Jombang, Sungai Kali Maling Kembali Mengalir

Ali Humas 14 March 2024 (11:49)
IMG-20240314-WA0056

JOMBONG – Tebing di Dusun Balekambang, Desa Jenisgelaran yang berbatasan dengan Desa Ngampungan Kecamatan Bareng Jombang mengalami longsor.

Akibatnya, area persawahan di Desa Ngapungan kurang lebih 5 -6 hektar tertutup longsor dan sungai Kali Maling menjadi sempit akibat tersumbat lumpur dan kayu.

Petugas Gabungan Polres Jombang, Kodim 0814 dan Pemkab Jombang diterjunkan untuk melakukan pembersihan material longsor agar aliran sungai kembali normal.

Pantuan media ini, personel gabungan Polres Jombang, Kodim 0814 dan BPBD Jombang bergotong royong membersihkan material longsor berupa tanah berlumpur, batang-batang kayu dan rumpun bambu dari dalam sungai.

Ditemui di lokasi kerja bakti, Kapolres Jombang AKBP Eko Bagus Riyadi mengatakan kerja bakti kali ini adalah merupakan sinergitas dan soliditas TNI Polri dan Pemkab Jombang.

“Kami membantu masyarakat membersihkan Kali Maling dari material longsor agar sungai mengalir lancar,”ungkap AKBP Eko,Kamis (14/3).

Menurut AKBP Eko , kerja sama dan kekompakan sangatlah penting dalam menghadapi bencana alam.

“Saya harap semangat gotong royong ini dapat terus terjaga,”tambah AKBP Eko.

Dikatakan Kapolres Jombang, longsor di Desa Jenisgelaran itu disebabkan intensitas hujan yang cukup tinggi.

Dampak dari longsor di area perbukitan sawah itu membuat 5-6 hektare lahan pertanian warga terdampak akibat tertutup tanah.

Tidak hanya itu, material longsor juga mengakibatkan rumah milik Nasrin di RT 01 RW 04 Desa Ngampungan rusak.

“Dampaknya dapur di rumah warga menggantung akibat tanah tergerus air luberan longsor. Sekarang sudah ditangani darurat dengan penyangga bambu,” terangnya.

Atas peristiwa itu, Kapolres Jombang mengimbau agar masyarakat terus meningkatkan kewaspadaannya, terutama pada musim hujan yang kerap mengakibatkan bencana.

“Bagi warga yang tinggal di daerah rawan longsor, saya imbau untuk selalu waspada dan memantau kondisi lingkungan sekitar. Segera hubungi petugas jika melihat tanda-tanda longsor atau bencana alam lainnya,” pungkasnya. (*)

Related Posts

Kakek dan Cucu di Bondowoso Alami Luka Bakar gegara Petasan Meledak

Bondowoso – Ledakan keras disebut berasal dari petasan terjadi di…

Kakek dan Cucu di Bondowoso Alami Luka Bakar gegara Petasan Meledak

Bondowoso – Ledakan keras disebut berasal dari petasan terjadi di…

Jelang Lebaran Satgas Pangan Ngawi Cek Bahan Pangan di Sejumlah Supermarket dan Pasar

NGAWI – Tim Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polres Ngawi bekerjasama…

TNI-Polri Gandeng Warga Kerja Bakti Jalan Menuju Wisata Curah Jeru Terdampak Puting Beliung

Lumajang – Personil Polsek Pronojiwo bersama Koramil melaksanakan kerja bakti…

Operasi Keselamatan Semeru 2024 Berakhir, Angka Lakalantas di Nganjuk Turun

NGANJUK – Operasi Keselamatan Semeru 2024 yang digelar Satuan Lalu…

Sinergitas Tiga Pilar Bersihkan Material Longsor di Jombang, Sungai Kali Maling Kembali Mengalir

JOMBONG – Tebing di Dusun Balekambang, Desa Jenisgelaran yang berbatasan…

JOMBONG – Tebing di Dusun Balekambang, Desa Jenisgelaran yang berbatasan dengan Desa Ngampungan Kecamatan Bareng Jombang mengalami longsor.

Akibatnya, area persawahan di Desa Ngapungan kurang lebih 5 -6 hektar tertutup longsor dan sungai Kali Maling menjadi sempit akibat tersumbat lumpur dan kayu.

Petugas Gabungan Polres Jombang, Kodim 0814 dan Pemkab Jombang diterjunkan untuk melakukan pembersihan material longsor agar aliran sungai kembali normal.

Pantuan media ini, personel gabungan Polres Jombang, Kodim 0814 dan BPBD Jombang bergotong royong membersihkan material longsor berupa tanah berlumpur, batang-batang kayu dan rumpun bambu dari dalam sungai.

Ditemui di lokasi kerja bakti, Kapolres Jombang AKBP Eko Bagus Riyadi mengatakan kerja bakti kali ini adalah merupakan sinergitas dan soliditas TNI Polri dan Pemkab Jombang.

“Kami membantu masyarakat membersihkan Kali Maling dari material longsor agar sungai mengalir lancar,”ungkap AKBP Eko,Kamis (14/3).

Menurut AKBP Eko , kerja sama dan kekompakan sangatlah penting dalam menghadapi bencana alam.

“Saya harap semangat gotong royong ini dapat terus terjaga,”tambah AKBP Eko.

Dikatakan Kapolres Jombang, longsor di Desa Jenisgelaran itu disebabkan intensitas hujan yang cukup tinggi.

Dampak dari longsor di area perbukitan sawah itu membuat 5-6 hektare lahan pertanian warga terdampak akibat tertutup tanah.

Tidak hanya itu, material longsor juga mengakibatkan rumah milik Nasrin di RT 01 RW 04 Desa Ngampungan rusak.

“Dampaknya dapur di rumah warga menggantung akibat tanah tergerus air luberan longsor. Sekarang sudah ditangani darurat dengan penyangga bambu,” terangnya.

Atas peristiwa itu, Kapolres Jombang mengimbau agar masyarakat terus meningkatkan kewaspadaannya, terutama pada musim hujan yang kerap mengakibatkan bencana.

“Bagi warga yang tinggal di daerah rawan longsor, saya imbau untuk selalu waspada dan memantau kondisi lingkungan sekitar. Segera hubungi petugas jika melihat tanda-tanda longsor atau bencana alam lainnya,” pungkasnya. (*)

call center

HANKAM

WhatsApp Image 2023-01-14 at 11.58.14-min