Polri Benarkan Penangkapan WNI di Filipina Terkait Kepemilikan Senjata

tribrata 11 January 2023 (7:23)
Ilustrasi. Polri buka suara terkait kabar penangkapan WNI asal Papua oleh Kepolisian Filipina karena diduga terlibat dalam jual beli senjata ilegal. (Foto: iStockphoto/sakhorn38)
Ilustrasi. Polri buka suara terkait kabar penangkapan WNI asal Papua oleh Kepolisian Filipina karena diduga terlibat dalam jual beli senjata ilegal. (Foto: iStockphoto/sakhorn38)

Jakarta, CNN Indonesia — Mabes Polri buka suara terkait kabar penangkapan warga negara Indonesia (WNI) asal Papua oleh Kepolisian Filipina karena diduga terlibat dalam jual beli senjata ilegal.

Kadiv Hubinter Mabes Polri Irjen Krishna Murti membenarkan adanya penangkapan WNI yang bernama Anton Gobay di Provinsi Kiambia, pada Sabtu (7/1).

Krishna mengatakan pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Kepolisian Filipina terkait penangkapan WNI tersebut.

“Sudah koordinasi. Sedang di-follow up,” jelasnya saat dikonfirmasi, Senin (9/1).

Kendati demikian, ia mengaku belum bisa memastikan apakah yang bersangkutan akan segera dipulangkan ke tanah air atau tidak. Ia mengatakan Polri akan menghormati setiap proses hukum yang berlaku di Filipina.

“Tersangka melakukan kejahatan di sana. Jadi kami akan menghormati terlebih dahulu setiap proses hukum yang berlangsung di sana,” jelasnya.

Krishna juga mengaku belum bisa berbicara lebih jauh ihwal dugaan penyaluran senjata ke Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang dilakukan oleh Anton Gobay.

Pasalnya, kata dia, penangkapan tersebut baru saja dilakukan oleh aparat Filipina sehingga proses identifikasi masih dilakukan oleh Polri.

Krishna juga mengaku telah memerintahkan atase Kepolisian Manila bersama PWNI dari KBRI Manila untuk terus berkoordinasi dengan aparat setempat demi melakukan pendalaman.

“Karena baru juga ditangkap, nanti akan kami koordinasi cari tahu,” ujarnya.

Polisi Filipina sebelumnya mengumumkan penangkapan seorang WNI yang bernama Anton Gobay terkait kepemilikan senjata api laras panjang ilegal.

Anton ditangkap bersama dua warga lokal di Provinsi Sarangani, Filipina pada Sabtu (7/1) kemarin. Dalam penangkapan tersebut Polisi Filipina turut menyita barang bukti berup senjata laras panjang, diantaranya; 10 unit Colt AR-15, sebuah Para Riffle 9mm, 20 buah magasine, dan sepuluh buah senjata yang belum dirakit.

(tfq/pmg)

Sumber : cnnindonesia.com

Related Posts

Tingkatkan Pelayanan Publik, DivPropam Polri Gelar Sertifikasi Kompetensi Bintara Akreditor

Jakarta – Sebanyak 50 anggota Propam dari Polda jajaran mengikuti…

Bareskrim Polri Bongkar Kasus TPPO Modus Pekerjakan Sebagai PSK di Sydney

Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri mengungkap kasus tindak pidana…

Kapolri Beri Penghargaan Polres Mojokerto Kota Atas Pelayanan Prima

MOJOKERTO KOTA – Dinilai baik dalam pelayanan di mal pelayanan…

Jelang Pilkada, Kaops NCS Polri Beri Arahan di Polda Aceh: Junjung Tinggi Persatuan dan Kesatuan Bangsa

ACEH – Jelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024,…

Studi Banding ke Indonesia, Kepolisian Kamboja Ingin Belajar tentang Pemberdayaan Polwan dan Pengarusutamaan Gender dari Polri

Pakor Polwan RI, Brigjen. Pol. Dra. Desy Andriani menerima delegasi…

SSDM Polri Raih Penghargaan Pelayanan Prima Versi PEKPPP Nasional

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN RB) memberikan…

Jakarta, CNN Indonesia — Mabes Polri buka suara terkait kabar penangkapan warga negara Indonesia (WNI) asal Papua oleh Kepolisian Filipina karena diduga terlibat dalam jual beli senjata ilegal.

Kadiv Hubinter Mabes Polri Irjen Krishna Murti membenarkan adanya penangkapan WNI yang bernama Anton Gobay di Provinsi Kiambia, pada Sabtu (7/1).

Krishna mengatakan pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Kepolisian Filipina terkait penangkapan WNI tersebut.

“Sudah koordinasi. Sedang di-follow up,” jelasnya saat dikonfirmasi, Senin (9/1).

Kendati demikian, ia mengaku belum bisa memastikan apakah yang bersangkutan akan segera dipulangkan ke tanah air atau tidak. Ia mengatakan Polri akan menghormati setiap proses hukum yang berlaku di Filipina.

“Tersangka melakukan kejahatan di sana. Jadi kami akan menghormati terlebih dahulu setiap proses hukum yang berlangsung di sana,” jelasnya.

Krishna juga mengaku belum bisa berbicara lebih jauh ihwal dugaan penyaluran senjata ke Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang dilakukan oleh Anton Gobay.

Pasalnya, kata dia, penangkapan tersebut baru saja dilakukan oleh aparat Filipina sehingga proses identifikasi masih dilakukan oleh Polri.

Krishna juga mengaku telah memerintahkan atase Kepolisian Manila bersama PWNI dari KBRI Manila untuk terus berkoordinasi dengan aparat setempat demi melakukan pendalaman.

“Karena baru juga ditangkap, nanti akan kami koordinasi cari tahu,” ujarnya.

Polisi Filipina sebelumnya mengumumkan penangkapan seorang WNI yang bernama Anton Gobay terkait kepemilikan senjata api laras panjang ilegal.

Anton ditangkap bersama dua warga lokal di Provinsi Sarangani, Filipina pada Sabtu (7/1) kemarin. Dalam penangkapan tersebut Polisi Filipina turut menyita barang bukti berup senjata laras panjang, diantaranya; 10 unit Colt AR-15, sebuah Para Riffle 9mm, 20 buah magasine, dan sepuluh buah senjata yang belum dirakit.

(tfq/pmg)

Sumber : cnnindonesia.com

call center

HANKAM

WhatsApp Image 2023-01-14 at 11.58.14-min