Demokrat Pecat Wakil Ketua DPRD Solok Usai Terjerat Kasus Narkoba

tribrata 11 January 2023 (7:39)
Demokrat pecat Wakil Ketua DPRD Solok Lucky Effendi usai terjerat kasus narkoba. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Demokrat pecat Wakil Ketua DPRD Solok Lucky Effendi usai terjerat kasus narkoba. (CNN Indonesia/Andry Novelino)

Padang, CNN Indonesia — Partai Demokrat mencopot jabatan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Solok, Sumatera Barat (Sumbar) Lucky Effendi dan keanggotaannya sebagai kader partai usai terlibat kasus narkotika.

Hal itu disampaikan oleh Ketua DPC Demokrat Kabupaten Solok, Iriadi Datuak Tumangguang. Ia mengatakan keputusan itu diambil dalam rapat pleno setelah mendengar kabar penangkapan.

“Rapat pleno DPC Demokrat dihadiri oleh 15 orang kader dari pukul 08.00-14.00 WIB. Hasilnya, ia dipecat dari jabatannya maupun keanggotaannya,” kata Iriadi saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com, Selasa (10/1).

Lucky Effendi dinilai telah melanggar prinsip dasar partai dan bertentangan dengan norma-norma yang berlaku.

Sementara, Ketua DPD Partai Demokrat Mulyadi menyebut perbuatan yang dilakukan oleh Lucky Effendi melanggar pakta integritas partai.

“Prinsipnya kita serahkan kepada badan hukum, kalau itu memang terbukti tentu partai akan mengambil tindakan sesuai keputusan internal,” jelasnya.

Langkah selanjutnya, menurut Mulyadi, akan diambil sesuai dengan aturan organisasi. Terdapat beberapa sanksi tegas dan proporsional bagi setiap kader yang melanggar aturan dan kebijakan partai.

Ia berharap pihak kepolisian dapat menegakkan hukum dengan adil kepada pelanggar hukum tanpa pandang bulu.

“Kemudian polisi seharusnya jangan pilih kasih, jangan tebang pilih jika berhadapan dengan hukum. Bahkan menurut kabarnya ada seorang anak pejabat di Sumbar terlibat narkoba, namun tidak diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” katanya.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Solok, Sumatera Barat (Sumbar) Lucky Effendi diciduk petugas Satuan Narkoba Polres Solok Arosuka karena kedapatan membawa satu paket narkotika jenis sabu di Jalan Lintas Padang-Solok pada Selasa (10/1) dini hari.

Wakapolres Solok Arosuka AKBP Irwan Zani mengatakan pihaknya memperoleh informasi tersebut dari masyarakat dan kemudian melakukan pengembangan.

(nya/isn)

Sumber : cnnindonesia.com

Related Posts

Polisi Berhasil Mengamankan Kurir dan Pengedar Sabu Asal Putar Jaya

TANJUNGPERAK – Kepolisian Sektor Polsek Kenjeran Polres Pelabuhan Tanjung Perak…

Polisi Amankan 2 Pelaku Pengroyok Pemotor di Lamongan Karena Tak Terima Disalip

LAMONGAN – Tim Jaka Tingkir Polres Lamongan Polda Jatim dan…

Polda Jatim Berhasil Ungkap 31 Kasus Narkoba dan Amankan 43 Tersangka Sepanjang Mei 2024

SURABAYA – Komitmen mewujudkan Jawa Timur zero Narkoba, Direktorat Reserse…

Polrestabes Surabaya Berhasil Ungkap Peredaran Narkoba, 1 orang Kurir Online Diamankan

SURABAYA – Kasat Narkoba Polrestabes Surabaya, Kompol Suriah Miftah mengungkapkan,…

Sinergitas, Polisi Bersama TNI dan Warga Gotong Royong Bersihkan Material Longsor di Trenggalek

TRENGGALEK – Sejumlah personel TNI-Polri bersama petugas dari Kecamatan dan…

Polres Mojokerto Berhasil Amankan Puluhan Orang Diduga Pelaku Penyalahgunaan Narkoba

MOJOKERTO – Komitmen berantas Narkoba, Tim Satresnarkoba Polres Mojokerto mengamankan…

Padang, CNN Indonesia — Partai Demokrat mencopot jabatan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Solok, Sumatera Barat (Sumbar) Lucky Effendi dan keanggotaannya sebagai kader partai usai terlibat kasus narkotika.

Hal itu disampaikan oleh Ketua DPC Demokrat Kabupaten Solok, Iriadi Datuak Tumangguang. Ia mengatakan keputusan itu diambil dalam rapat pleno setelah mendengar kabar penangkapan.

“Rapat pleno DPC Demokrat dihadiri oleh 15 orang kader dari pukul 08.00-14.00 WIB. Hasilnya, ia dipecat dari jabatannya maupun keanggotaannya,” kata Iriadi saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com, Selasa (10/1).

Lucky Effendi dinilai telah melanggar prinsip dasar partai dan bertentangan dengan norma-norma yang berlaku.

Sementara, Ketua DPD Partai Demokrat Mulyadi menyebut perbuatan yang dilakukan oleh Lucky Effendi melanggar pakta integritas partai.

“Prinsipnya kita serahkan kepada badan hukum, kalau itu memang terbukti tentu partai akan mengambil tindakan sesuai keputusan internal,” jelasnya.

Langkah selanjutnya, menurut Mulyadi, akan diambil sesuai dengan aturan organisasi. Terdapat beberapa sanksi tegas dan proporsional bagi setiap kader yang melanggar aturan dan kebijakan partai.

Ia berharap pihak kepolisian dapat menegakkan hukum dengan adil kepada pelanggar hukum tanpa pandang bulu.

“Kemudian polisi seharusnya jangan pilih kasih, jangan tebang pilih jika berhadapan dengan hukum. Bahkan menurut kabarnya ada seorang anak pejabat di Sumbar terlibat narkoba, namun tidak diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” katanya.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Solok, Sumatera Barat (Sumbar) Lucky Effendi diciduk petugas Satuan Narkoba Polres Solok Arosuka karena kedapatan membawa satu paket narkotika jenis sabu di Jalan Lintas Padang-Solok pada Selasa (10/1) dini hari.

Wakapolres Solok Arosuka AKBP Irwan Zani mengatakan pihaknya memperoleh informasi tersebut dari masyarakat dan kemudian melakukan pengembangan.

(nya/isn)

Sumber : cnnindonesia.com

call center

HANKAM

WhatsApp Image 2023-01-14 at 11.58.14-min