Antisipasi Bencana, Polres Lumajang Gelar Apel Siaga Bencana Hidrometeorologi.

Ali Humas 29 November 2023 (8:09)
IMG-20231129-WA0021

Lumajang-Memasuki fase peralihan musim dari kemarau ke musim penghujan atau musim pancaroba, telah dilaksanakan “Apel Gelar Pasukan dan Peralatan dalam rangka kesiapan penanggulangan bencana hidrometeorologi di wilayah Kabupaten Lumajang.

Apel gelar pasukan yang dilaksanakan di halaman Apel Mapolres Lumajang diikuti oleh personel TNI – Polri, BPBD, Tenaga Kesehatan dan instansi terkait lainnya, Selasa (28/11/2022).

Kapolres Lumajang melalui Kompol I Komang Yuwandi Sastra menyampaikan, berdasarkan data dari BMKG memprediksi, Intensitas curah hujan di Jawa Timur hingga akhir November 2023 bakal meningkat. Bahkan, hal ini akan berlanjut hingga awal 2024.

“Dampak dari kenaikan intensitas hujan ini gegara fenomena La Lina. Sehingga, diperkirakan pada puncak hujan di Februari 2024, intensitas hujan meningkat mulai 20% sampai 70%,” jelasnya.

Menghadapi curah hujan, maka perlu dilakukan kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap potensi curah hujan yang tinggi yang berpotensi memicu bancana hidrometeorologi.

“Untuk itu, kami tetap berharap kepada semua pihak agar terus meningkatkan jalinan komunikasi demi terciptanya pola koordinasi yang baik guna mewujudkan tercapainya kesiapsiagaan dan manajemen penanggulangan bencana yang optimal,” jelas I Komang Yuwandi

Oleh karena itu, Kompol I Komang Yuwandi Sastra berharap kepada semua pihak yang terkait untuk mengingatkan masyarakat, dan segera bersiap melakukan langkah pencegahan dan mitigasi terhadap peningkatan potensi bencana Hidrometeorologi seperti banjir, banjir lahar dingin, angin kencang atau puting beliung maupun ancaman gempa tektonik yang di sertai sunami, dan erupsi gunung Semeru

“Maka melalui apel gelar pasukan ini diharapkan bisa menjadi sarana untuk meningkatkan koordinasi dan sinergitas semua elemen dalam menghadapi potensi bencana. Sehingga semua pihak bisa paham dengan tugas pokok sesuai fungsi masing – masing,” harapnya.

Wakapolres menambahkan, Kabupaten Lumajang merupakan salah satu wilayah yang sering di landa bencana, khususnya bencana alam.

Hal ini sebabkan karena kabupaten Lumajang berbatasan langsung dengan laut pas, serta bergandengan langsung dengan gunung berapi yang masih aktif.

Related Posts

Soliditas Penegak Hukum Polres Magetan Kirim Tumpeng ke Kejari di Hari Bhakti Adhyaksa ke-64

MAGETAN – Dalam rangka memperingati Hari Bhakti Adhyaksa yang ke-64,…

Soliditas Penegak Hukum Polres Magetan Kirim Tumpeng ke Kejari di Hari Bhakti Adhyaksa ke-64

MAGETAN – Dalam rangka memperingati Hari Bhakti Adhyaksa yang ke-64,…

Polisi Berhasil Amankan Terduga Pembuang Bayi di Bratang Gede Surabaya

SURABAYA – Setelah melakukan penyelidikan dan pemeriksaan para saksi, akhirnya…

Dukung Kurangi Gas Buang, Kapolresta Malang Kota Lounching SPKLU, Hasil Kolaborasi dengan PT PLN

KOTA MALANG – Dalam upaya mendukung ekosistem kendaraan listrik dan…

Polisi Berhasil Mengungkap Misteri Meninggalnya IRT di Malang, 1 Tersangka Ditangkap di Surabaya

MALANG – Satuan Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Malang berhasil…

Operasi Patuh Semeru 2024 Polres Lumajang Gelar Sosialisasi Tertib Lalin di Terminal Menak Koncar

LUMAJANG – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Lumajang menggelar sosialisasi…

Lumajang-Memasuki fase peralihan musim dari kemarau ke musim penghujan atau musim pancaroba, telah dilaksanakan “Apel Gelar Pasukan dan Peralatan dalam rangka kesiapan penanggulangan bencana hidrometeorologi di wilayah Kabupaten Lumajang.

Apel gelar pasukan yang dilaksanakan di halaman Apel Mapolres Lumajang diikuti oleh personel TNI – Polri, BPBD, Tenaga Kesehatan dan instansi terkait lainnya, Selasa (28/11/2022).

Kapolres Lumajang melalui Kompol I Komang Yuwandi Sastra menyampaikan, berdasarkan data dari BMKG memprediksi, Intensitas curah hujan di Jawa Timur hingga akhir November 2023 bakal meningkat. Bahkan, hal ini akan berlanjut hingga awal 2024.

“Dampak dari kenaikan intensitas hujan ini gegara fenomena La Lina. Sehingga, diperkirakan pada puncak hujan di Februari 2024, intensitas hujan meningkat mulai 20% sampai 70%,” jelasnya.

Menghadapi curah hujan, maka perlu dilakukan kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap potensi curah hujan yang tinggi yang berpotensi memicu bancana hidrometeorologi.

“Untuk itu, kami tetap berharap kepada semua pihak agar terus meningkatkan jalinan komunikasi demi terciptanya pola koordinasi yang baik guna mewujudkan tercapainya kesiapsiagaan dan manajemen penanggulangan bencana yang optimal,” jelas I Komang Yuwandi

Oleh karena itu, Kompol I Komang Yuwandi Sastra berharap kepada semua pihak yang terkait untuk mengingatkan masyarakat, dan segera bersiap melakukan langkah pencegahan dan mitigasi terhadap peningkatan potensi bencana Hidrometeorologi seperti banjir, banjir lahar dingin, angin kencang atau puting beliung maupun ancaman gempa tektonik yang di sertai sunami, dan erupsi gunung Semeru

“Maka melalui apel gelar pasukan ini diharapkan bisa menjadi sarana untuk meningkatkan koordinasi dan sinergitas semua elemen dalam menghadapi potensi bencana. Sehingga semua pihak bisa paham dengan tugas pokok sesuai fungsi masing – masing,” harapnya.

Wakapolres menambahkan, Kabupaten Lumajang merupakan salah satu wilayah yang sering di landa bencana, khususnya bencana alam.

Hal ini sebabkan karena kabupaten Lumajang berbatasan langsung dengan laut pas, serta bergandengan langsung dengan gunung berapi yang masih aktif.

call center

HANKAM

WhatsApp Image 2023-01-14 at 11.58.14-min